Skip to content
25 April 2012 / ilm4a7eng

Ruang lingkup manajemen


Ruang lingkup manajemen
§ Pemasaran : Disiplin Ilmu Universal
§ Tiga Prinsip Pemasaran
§ Ruang Lingkup Pemasaran Global
§ Orientasi Manajemen
§ Integrasi dan Pemasaran Global: Kekuatan Pendorong dan Penghambat
§ Ringkasan
Two Quotes
Saling ketergantungan pada sarana elektronik, menciptakan dunia ini dalam gambaran sebuah perkampungan dunia (Marshal H. McLuhan, The Medium is the Message, 1967).
Globalisasi harus diterima sebagai kenyataan yang tidak bisa ditolak. Hanya ada satu standar kesuksesan perusahaan : pangsa pasar internasional (Jack Welch, CEO GE, 1994).
PENGANTAR
Perhatikan sekeliling anda, atau mungkin pada anda sendiri; dari mana asal produk di sekitar anda Ingris telah terlibat dalam perdagangan internasional pada pertengahan abad 19 dan makin diperluas setelah PD-2
Sampai dua dekade yang lalu, pemasaran global belum dikenal
Saat ini, pemasaran internasional : sarana untuk bertahan hidup & memanfaatkan pertumbuhan
Sebuah perusahaan yang gagal menglobal akan beresiko kehilangan bisnis domestik
Apa yang dimaksud dengan PEMASARAN GLOBAL ? Apa bedanya dengan PEMASARAN “UMUMNYA“ ?
BEBERAPA PENGERTIAN
Pemasaran : serangkaian kegiatan yang menjurus pada suatu transaksi pertukaran antara seorang penjual dan pembeli atas dasar peralihan laba (WJK dkk, Marketing)
Kegiatan pemasaran : berpusat pada upaya perusahaan untuk memuaskan keinginan dan kebutuhan akan produk yang menawarikan nilai berdaya saing
Bauran pemasaran: sarana utama pemasar
Pemasaran : disiplin yang universal yang dapat diterapkan dimana saja; dari Australia sampai Zanzibar (A to Z).
PEMASARAN : DISIPLIN YANG UNIVERSAL
Pemasaran : proses mengkonsentrasikan berbagai sumber daya organisasi terhadap kesempatan dan kebutuhan lingkungan.
Pemasaran : kumpulan konsep, sarana, teori, kebiasaan dan prosedur serta pengalaman yang dapat diajarjan dan dapat dipelajari.
Walaupun bersifat universal, kebiasaan pemasaran bervariasi antar negara
KONSEP PEMASARAN
Konsep awal pemasaran berfokus pada produk dengan tujuan laba dan dicapai dengan cara menjual.
Konsep baru beralih dari produk ke pelanggan, tujuan tetap laba tetapi cara mencapainya mencakup seluruh bauran pemasaran. Kepuasan dan Loyalitas
Konsep Stragetis : memperhatikan lingkungan eksternal yang lebih luas
TIGA PILAR PEMASARAN
Nilai Pelanggan : bgmana menciptakan nilai pelanggan yang lebih besar dari nilai yang diciptakan oleh pesaing
Nilai = Manfaat/Harga
Keunggulan Kompetitif : penawaran total yg lebih menarik pelanggan
Fokus : pada sumberdaya untuk memenuhi keinginan dan kebutuhan pelanggan
PEMASARAN GLOBAL
Dasar keberhasilan Pemasaran Global : pemahaman mendalam akan disiplin pemasaran (proses mengkonsentrasikan berbagai sumber daya organisasi terhadap kesempatan dan kebutuhan lingkungan)
Fakta : pemasaran bersifat universal, tapi, kebiasaan pemasaran bervariasi antar negara. Pengalaman suatu negara tidak serta-merta dapat diterapkan di negara lain
Keberhasilan pemasaran global sangat tergantung pada kemampuan menjadi “orang dalam”
Kemampuan “lokalisasi global” = kemampuan menjadi “orang dalam”(Think globally, act locally)
Pemasaran global tidak berarti masuk ke setiap negara
Keputusan untuk masuk ke pasar global: sumberdaya, pemikiran manajerial, peluang dan ancaman
Sebuah perusahaan yang gagal menglobal akan beresiko kehilangan bisnis domestik
DUNIA TANPA BATAS : THE BORDLESS WORLD- 5Cs
Company
Customer
Competition
Currency
Country
TAHAPAN DAN ORIENTASI PEMASARAN PERUSAHAAN
Perusahaan Domestik : memfokuskan orientasi dan strateginya pada pasar, pemasong dan pesaing domestik
Perusahaan Internasional : melayani pasar domestik di negara sendiri dan pasar nasional di negara lain (Etnocentric)
Perusahaan Multinasional : menjual produknya ke banyak negara dan setiap negara diperlakukan secara berbeda (Policentric)
Perusahaan Global/Transnasional : menganggap dunia sebagai satu pasar; pasar dunia bergerak ke arah seragam (Geocentric)

Manajemen; Pengertian dan Ruang Lingkup Manajemen
Pengertian Manajemen
Management berasal dari kata latin yaitu “manus” yang artinya “to control by hand” atau “gain result”. Manajemen dapat didefinisikan sebagai “proses perencanaan, pengorganisasian, pengisian staf, pemimpinan, dan pengontrolan untuk optimasi penggunaan sumber-sumber dan pelaksanaan tugas-tugas dalam mencapai tujuan organisasi secara efektif dan efisien”.
Manajemen Sebagai Seni, Ilmu, dan Profesi
Ø Manajemen sebagai seni karena manajemen merupakan kekuatan pribadi yang kreatif ditambah dengan skill dalam pelaksanaan pekerjaan.
Ø Manajemen sebagai ilmu karena manajemen adalah bagian dari gagasan manusia tentang kosmos. Selain itu manajemen menggunakan metode ilmiah dalam menjelaskan fenomena manajerial.
Ø Manajemen sebagai profesi karena manajemen merupakan salah satu jenis pekerjaan yang terspesialisasi.
Urgensi Manajemen
– Untuk menjangkau/mencapai tujuan (to reach objective), baik personal maupun organisasional.
– Memelihara keseimbangan antara tujuan-tujuan yang bertentangan.
– Mencapai efisiensi dan efektifitas.
Tujuan Manajemen
– Efisien dalam menggunakan sumber daya.
– Efektif dalam pencapaian tujuan.
Ruang Lingkup Manajemen
I. Lingkungan Luar (Eksternal)
Terdiri dari :
a. Lingkungan Umum, meliputi ekonomi, politik, hukum, sosio kultural (budaya), teknologi, dimensi internasional (seperti globalisasi dan paham ekonomi), dan kondisi lingkungan alam.
b. Lingkungan Khusus (Tugas), meliputi pemilik (stockholder), customer, klien, pemasok (suplier), pesaing, suplai tenaga kerja, badan pemerintah, lembaga keuangan, media, dan serikat pekerja.
II. Lingkungan Dalam (Internal)
Terdiri dari :
• Manusia (specialized dan manajerial personal).
• Finansial (sumber, alokasi, dan control dana).
• Fisik (gedung, kantor, dll.).
• Sistem dan Teknologi.
• Sistem Nilai dan Budaya Organisasi.
Untuk mengukur dan menganalisis lingkungan ini digunakan analisis SWOT.
Jenis-Jenis Manajemen
Ada dua jenis manajemen yang ditekankan di sini :
– Manajemen Administratif (Proses), adalah sistem manajemen tradisional yang menitikberatkan pada manajer manajer dan tindakannya dari pada struktur organisasi secara menyeluruh.
– Manajemen Kooperatif (Sinergi), adalah sistem manajemen yang menitikberatkan pada kerjasama antar struktur atau bidang dalam organisasi, pegawai, dan lingkungannya.
Fungsi-Fungsi Manajemen
Ada banyak pendapat para pakar manajemen tentang fungsi-fungsi manajemen. Kadang kala mereka berbeda pada beberapa item fungsi manajemen. Namun disini dicoba untuk menggabungkan banyak pendapat dari pakar manajemen yang dirasa bertautan antara salah satu fungsi dengan fungsi lainnya.
1. Forecasting
Forecasting adalah peramalan tentang kondisi-kondisi di masa depan yang mungkin akan dihadapi oleh organisasi
Arti masa depan secara sederhana dan tepat adalah perubahan. Masa depan itu adalah perubahan. Oleh karena itu masa depan mempunyai beberapa karakteristik, yakni :
– Pasti beda dengan sekarang.
– Penuh dengan ketidakpastian.
– Tidak dapat direkayasa.
– Tidak dapat dikendalikan.
– Perubahan yang terjadi semakin cepat.
– Paradoks dengan keinginan manusia.
Perubahan dipicu oleh beberapa faktor :
– Teknologi, kiat mengerjakan sesuatu berdasarkan logika rasional.
– Ekonomi, prilaku mendayagunakan sumber dalam memenuhi kebutuhan hidup (kepuasan).
– Sosial, hubungan dalam masyarakat.
– Politik, pengelolaan kekuasaan dan kekuatan.
2. Planning (Perencanaan)
Planning adalah suatu proses penetapan tujuan yang akan dicapai dan memutuskan strategi dan taktik untuk mencapainya.
Karakteristik tujuan yang efektif :
– Spesifik dan dapat dimengerti.
– Dapat diukur.
– Punya kerangka waktu tertentu.
– Singkat.
– Standar.
– Realistik.
– Fleksibel.
– Dapat diterima.
Tujuan perencanaan:
– Meningkatkan fokus dan fleksibelitas.
– Meningkatkan koordinasi.
– Meningkatkan kontrol.
– Memperbaiki manajemen waktu.
– Agar perubahan yang terjadi di masa depan tidak terlalu berbeda dari tujuan organisasi.
– Problem Solving.
3. Decision Making (Pengambilan Keputusan)
Decision Making adalah menentukan pilihan diantara beberapa alternatif untuk memecahkan masalah dan mencapai tujuan organisasi.
4. Budgeting (Penganggaran)
Budgeting adalah anggaran pendapatan dan pengeluaran yang teratur yang meliputi semua tahap kegiatan untuk suatu jangka waktu tertentu.
5. Staffing (Pengisian Staff)
Staffing adalah kegiatan organisasi memenuhi sumber daya manusianya.
Secara skematis staffing dapat di gambarkan sebagai berikut :
Perencanaan SDM – Rekruitmen – Seleksi – Orientasi dan Penempatan – Pengembangan – Penilaian Kinerja – Kompensasi – Hubungan Ketenagakerjaan.
6. Pelaksanaan
Fungsi pelaksanaan seringkali dibagi dalam tiga fungsi :
– Pemimpinan, menyalurkan semua kemampuan individu pada aktifitas organisasi demi mencapai tujuan.
– Pengarahan, menyelia-memotivasi-mendelegasikan-menilai kinerja.
– Koordinasi, integrasi dari kegiatan-kegiatan individu dan unit-unit ke dalam suatu usaha bersama ke arah tujuan organisasi.
7. Controlling (Pengawasan)
Controlling adalah proses pemonitoran kegiatan organisasional untuk mengetahui apakah kinerja aktual sesuai dengan standar dan tujuan yang diharapkan.
Tahap-tahap dalam controlling :
– Tetapkan standar.
– Monitor dan ukur kinerja aktual.
– Bandingkan hasil kinerja aktual dan standar.
– Ambil tindakan perbaikan dan buat penyesuaian.
8. Evaluasi.
Evaluasi adalah upaya untuk menilai proses pelaksanaan rencana berdasarkan rencana yang telah dibuat.
Objek evaluasi :
– Kendala-kendala dan penyimpangan.
– Hasil.
Secara sederhana kesemua fungsi manajemen itu terangkum dalam apa yang dikemukan George R. Terry dalam POAC (Planning, Organizing, Actuating, Controlling).
Kepemimpinan (Leadership)
Kepemimpinan adalah proses mempengaruhi orang lain, seseorang atau kelompok, agar berprilaku dan berbuat untuk mencapai tujuan yang ditetapkan. Kepemimpinan merupakan inti dari manajemen karena kepemimpinan merupakan motor penggerak bagi sumber-sumber dan alat-alat (manusia dan sumber daya lainnya) dalam suatu organisasi.
Namun ada juga yang menarik garis perbedaan antara kepemimpinan dan manajemen. Kepemimpinan adalah mengerjakan hal-hal yang benar; manajemen adalah mengerjakan segalanya dengan benar.
Dalam setiap organisasi terdapat tiga tingkatan kelompok pemimpin, yakni Top Management, Middle Management, dan Lower Management.
Setiap pemimpin pada tingkat apapun ia bekerja selalu memerlukan dua jenis keterampilan; technical skill dan managerial skill. Aksioma yang berlaku dalam bidang ini ialah semakin tinggi kedudukan seseorang di dalam organisasi, ia semakin kurang memerlukan technical skill dan semakin banyak menggunakan managerial skill. Demikian sebaliknya.
Semakin tinggi kedudukan seseorang di dalam organisasi ia harus semakin menjadi seorang “generalist”, semakin rendah kedudukan seseorang di dalam organisasi ia harus menjadi “specialist
Sifat- Sifat Seorang Pemimpin Yang Baik
1. Memiliki kondisi fisik yang sehat.
2. Berpengetahuan luas. Berpengetahuan luas tidak selalu dapat diidentikkan dengan berpendidikan tinggi. Berpengetahuan luas menyangkut wawasan dan visi, tidak terjebak hanya pada bidang keahliannya saja.
3. Mempunyai keyakinan dan percaya diri yang tinggi.
4. Mengetahui dengan jelas sifat hakiki dan kompleksitas tujuan yang hendak dicapai.
5. Memiliki stamina (daya kerja) dan entusiasme yang besar.
6. Gemar dan cepat mengambil keputusan.
7. Ojektif.
8. Adil dalam perlakuan terhadap bawahan.
9. Menguasai prinsip-prinsip human relations.
10. Menguasai teknik-teknik berkomunikasi.
11. Dapat bertindak sebagai penasehat, guru, dan kepala terhadap bawahan; tergantung situasi dan masalah yang dihadapi.
12. Mempunyai gambaran yang menyeluruh tentang semua aspek kegiatan organisasi.
Tipe-Tipe Pemimpin
1. Tipe Otokratis
– Menganggap organisasi sebagai milik pribadi.
– Mengidentikkan tujuan pribadi dengan tujuan organisasi.
– Bawahan sebagai alat semata.
– Tidak bisa menerima kritik, saran, dan pendapat.
– Terlalu bergantung pada kekuasaan formalnya.
– Sering menggunakan approach yang mengandung unsur paksaan dan punitif.
2. Tipe Militeristik
– Menggerakkan bawahan dengan sistem perintah.
– Menggerakkan bawahan senang bergantung kepada pangkat dan jabatannya.
– Formalitas yang berlebih-lebihan.
– Menuntut disiplin tinggi yang kaku dari bawahan.
– Sukar menerima kritik.
– Menggemari upacara-upacara untuk berbagai keadaan.
3. Tipe Paternalistik
– Menganggap bawahan manusia yang tidak dewasa.
– Bersikap terlalu melindungi (overly protective).
– Jarang memberi kesempatan kepada bawahan untuk mengambil keputusan, inisiatif, dan mengembangkan daya kreasi dan fantasinya.
– Sering bersikap maha tahu.
4. Tipe Kharismatik
Belum ada teori yang bisa menjelaskan kenapa seorang pemimpin mempunyai kharisma. Kekayaan, umur, kesehatan, dan profil tidak dapat digunakan sebagai kriteria untuk kharisma. Maka hanya sering pemimpin tipe ini dianggap diberkahi kekuatan gaib (supernatural powers).
Pemimpin dengan tipe ini mempunyai daya tarik yang amat besar dan umumnya mempunyai pengikut yang jumlahnya sangat besar.
5. Tipe Demokratis
– Dalam menggerakkan bawahan bertitik tolak dari pendapat manusia adalah makhluk mulia.
– Mensinkronisasikan kepentingan dan tujuan organisasi dengan kepentingan dan tujuan pribadi para bawahannya.
– Senang menerima saran, pendapat, bahkan kritik.
– Mengutamakan kerjasama (teamwork).
– Memberikan kesempatan kepada bawahan untuk berinisiatif dan mengembangkan daya kreasi, biar salah setelah itu dievaluasi dan diperbaiki.
– Berusaha menjadikan bawahannya lebih sukses.
– Senantiasa mengembangkan kapasitas pribadinya sebagai pemimpin.
Teori Munculnya Seorang Pemimpin
1. Teori Genetis
Teori ini menjelaskan bahwa “leaders are born and not made”.
2. Teori Sosial
Teori ini menjelaskan bahwa “leaders are made and not born”.
3. Teori Ekologis
Teori ini menggabungkan sifat-sifat positif dari kedua teori di atas, bahwa seseorang hanya akan berhasil menjadi pemimpin yang baik apabila ia pada waktu lahirnya telah memiliki bakat-bakat kepemimpinan, kemudian dikembangkan melalui pendidikan yang teratur dan pengalaman-pengalaman.

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: